Genset, UPS, atau Power Station Buat Siap Pemadaman Listrik? Ini Perbedaan dan Harganya
Jakarta: Pemadaman listrik bergilir kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah wilayah di Indonesia mengalami gangguan pasokan listrik dalam beberapa pekan terakhir.
Bagi sebagian orang, listrik padam bukan hanya membuat rumah gelap, tetapi juga menghentikan pekerjaan, akses internet, hingga aktivitas belajar dan hiburan.
Tak heran jika banyak orang mulai mencari perangkat listrik cadangan. Namun ketika mulai mencari solusi, muncul pertanyaan baru: lebih baik membeli genset, UPS, atau power station?
Ketiganya memang sama-sama bisa membantu saat listrik padam, tetapi sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda.
Apa Bedanya Genset, UPS, dan Power Station?
Perbedaan utama ketiganya terletak pada sumber daya dan tujuan penggunaannya. Genset menghasilkan listrik sendiri menggunakan bahan bakar seperti bensin atau diesel. Sementara UPS dan power station menyimpan energi di dalam baterai yang sebelumnya sudah diisi daya.
Karena itu, kemampuan, durasi penggunaan, hingga biaya yang dibutuhkan juga berbeda cukup jauh.
Genset, Solusi untuk Pemadaman Lama dan Daya Besar
Jika tujuan utama adalah menyalakan banyak perangkat elektronik sekaligus dalam waktu lama, genset masih menjadi pilihan paling kuat.
Perangkat ini mampu menghidupkan kulkas, pompa air, televisi, komputer, hingga AC tergantung kapasitas yang dimiliki. Selama bahan bakar masih tersedia, genset dapat terus menghasilkan listrik.
Karena menghasilkan tenaga besar, genset banyak digunakan oleh rumah tangga, toko, restoran, hingga usaha kecil yang tidak boleh berhenti beroperasi saat listrik padam.
Namun ada konsekuensi yang harus diterima. Genset menghasilkan suara yang cukup bising, membutuhkan perawatan rutin, serta tidak boleh digunakan di dalam ruangan tertutup karena menghasilkan emisi gas buang.
Untuk pasar Indonesia, genset bensin dengan daya sekitar 700 hingga 900 watt saat ini banyak dijual mulai Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta. Sementara genset inverter yang lebih senyap dan hemat bahan bakar umumnya dibanderol mulai Rp6 juta hingga belasan juta rupiah tergantung kapasitasnya.