Hakii Light II, Lampu LED dan Fitur MP3 Jadi Nilai Plus Headset Pelari

Popularitas olahraga lari di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Berbagai ajang 5K, 10K, half marathon hingga full marathon terus bermunculan di berbagai kota. Bersamaan dengan tren tersebut, kebutuhan perangkat audio yang aman dan nyaman untuk aktivitas outdoor juga semakin meningkat.

Hakii Light II hadir mencoba mengisi ceruk tersebut melalui pendekatan yang berbeda dibanding TWS konvensional. Perangkat ini tidak mengandalkan fitur Active Noise Cancellation (ANC) ataupun karakter bass yang agresif. Sebaliknya, Hakii memilih fokus pada kenyamanan, keamanan, dan fleksibilitas penggunaan saat berolahraga.

Desain Open-Ear yang Mendukung Awareness

Hal pertama yang langsung membedakan Hakii Light II dengan earbuds pada umumnya adalah desain open-ear yang diusungnya.

Desain ini membuat telinga pengguna tidak tertutup sepenuhnya sehingga suara lingkungan masih dapat terdengar dengan jelas. Saat digunakan untuk berlari di jalan raya atau area publik, pengguna tetap bisa mendengar suara kendaraan, pelari lain, maupun instruksi dari panitia lomba.

Pendekatan seperti ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya jumlah pelari yang rutin berlatih di luar ruangan. Dibanding mengejar isolasi suara maksimal, Hakii Light II justru mengedepankan kesadaran terhadap lingkungan sekitar yang berkontribusi pada aspek keselamatan.

Selain itu, desain open-ear juga terasa lebih nyaman untuk penggunaan dalam durasi panjang karena tidak memberikan tekanan langsung pada liang telinga. Bobotnya juga tergolong ringan sehingga tidak ada rasa menggantung yang menganggu di area telingan dan kepala.

MP3 Internal Jadi Pembeda Utama

Fitur yang menurut kami paling menarik justru bukan berada di sektor audio, melainkan keberadaan MP3 player internal.

Hakii Light II memungkinkan pengguna menyimpan lagu langsung ke memori perangkat dan memutarnya tanpa perlu koneksi Bluetooth maupun smartphone. Perangkat ini mendukung berbagai format audio seperti MP3, WAV, AAC, WMA, FLAC, hingga APE.

Dalam praktiknya, fitur ini sangat berguna untuk pelari half marathon maupun full marathon. Pengguna dapat meninggalkan smartphone di rumah atau di drop bag dan tetap menikmati playlist favorit sepanjang sesi latihan maupun lomba.

Bagi sebagian orang, kemampuan ini mungkin terdengar sederhana. Namun di tengah tren perangkat wearable yang semakin bergantung pada smartphone, fitur tersebut justru menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan.

Author: r3db0x

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *